| Kerajaan | Animalia |
| Filum | Chordata |
| Kelas | Reptilia |
| Ordo | Squamata |
| Subordo | Serpentes |
| Famili | 20+ famili (tergantung klasifikasi) |
Ular adalah kelompok reptilia tidak berkaki yang tergolong dalam subordo Serpentes (atau Ophidia). Hewan ini ditemukan di hampir semua benua, kecuali Antarktika, serta di sebagian besar lautan. Ular telah berevolusi dari kadal dan memiliki tubuh yang memanjang, tanpa kelopak mata yang dapat bergerak, dan tanpa telinga luar.
Hingga saat ini, terdapat lebih dari 3.900 spesies ular yang telah diidentifikasi, dengan rentang ukuran mulai dari ular benang (Leptotyphlops carlae) yang panjangnya hanya 10 cm, hingga ular piton retikulata (Malayopython reticulatus) yang dapat mencapai panjang lebih dari 6 meter.
Ular memiliki tubuh yang tertutup sisik yang terbuat dari keratin. Mereka tidak memiliki kaki, tetapi beberapa spesies masih memiliki sisa-sisa tulang pinggul yang terlihat secara internal. Tulang belakang ular terdiri dari ratusan ruas tulang belakang yang memungkinkan gerakan yang sangat fleksibel.
Fakta Lidah ular bercabang digunakan untuk menangkap partikel bau dari udara, yang kemudian dianalisis oleh organ Jacobson di langit-langit mulut untuk mendeteksi mangsa atau predator.
Ular dibagi menjadi dua kelompok utama berdasarkan sistem pergerakannya:
Kelompok ini mencakup ular buta dan ular benang yang bersifat fosorial (hidup di bawah tanah). Mereka umumnya kecil dan tidak berbisa. Contoh: Typhlopidae (ular buta).
Mencakup semua ular lainnya, termasuk ular sanca, ular viper, ular kobra, dan ular laut. Kelompok ini memiliki penglihatan yang lebih baik dan sebagian besar bersifat predator aktif.
Sebagian besar ular bersifat karnivora dan memangsa hewan kecil seperti tikus, burung, katak, atau bahkan ular lain. Ular membunuh mangsanya dengan cara:
Ular berbisa menggunakan bisa untuk melumpuhkan atau membunuh mangsa sebelum ditelan. Bisa ular terdiri dari kombinasi enzim dan protein yang dapat merusak jaringan, mengganggu sistem saraf, atau membekukan darah. Diperkirakan sekitar 600 spesies ular berbisa, tetapi hanya sekitar 200 spesies yang berpotensi berbahaya bagi manusia.
Peringatan Ular paling berbisa di dunia berdasarkan LD50 adalah Oxyuranus microlepidotus (ular taipan pedalaman) yang ditemukan di Australia.
Banyak spesies ular terancam oleh perusakan habitat, perdagangan hewan peliharaan ilegal, dan pembunuhan langsung oleh manusia karena takut atau kesalahpahaman. IUCN (International Union for Conservation of Nature) mendaftar beberapa spesies ular sebagai terancam punah, termasuk Bitis schneideri (ular tanduk Namibia) dan Naja naja (kobra India) di beberapa wilayah.
Ular memiliki peran penting dalam mitologi, agama, dan seni di seluruh dunia. Dalam kebudayaan Hindu, ular (Naga) dianggap sebagai makhluk setengah dewa. Dalam Alkitab, ular muncul sebagai simbol godaan di Taman Eden. Di berbagai kebudayaan Nusantara, ular sering dikaitkan dengan kekuatan gaib dan penguasa alam bawah tanah.